Terancam Punah, UGM dan KOBI Desak Penyelamatan Populasi Monyet Ekor Panjang
Ketikkan kata kunci lalu ENTER
BeritaSeminar/Workshop
Terancam Punah, UGM dan KOBI Desak Penyelamatan Populasi Monyet Ekor Panjang
Seminar/Workshop 11 Agustus 2025, 15.46 Oleh : gusti.grehenson
UGM and the Indonesian Biology Consortium
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) populasinya tersebar di sebagian besar Asia Tenggara. Di Indonesia, populasi dan habitatnya yang paling banyak di pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan ini mulai terancam dan telah berstatus konservasi terancam berbahaya risiko kepunahan akibat perburuan dan eksploitasi. Padahal sebagai bagian dari Hewan primata, satwa ini paling menonjol dan juga pemegang dari pemain kunci pada sebuah ekosistem.
Meski termasuk hewan yang sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan, namun saat ini habitatnya mulai terancam. Salah satu tanda jika habitatnya mulai terganggu adalah seringnya hewan tersebut memasuki pemukiman warga. “Jika sudah mulai memasuki pemukiman manusia berarti sudah ada indikasi masalah dalam rantai makanan dan juga habitatnya,” kata Kepala Pusat Studi Satwa Primata Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. drh. Huda S. Darusman, M.Si., Ph.D., dalam “Three Planetary Crisis: Solusi Hidup Berdampingan Manusia–Satwa Liar” pada Sabtu (9/8).
Menurut Huda, kesejahteraan primata dan mempertahankan ekosistem habitatnya menjadi kunci untuk mempertahankan populasi hewan ini yang sebagian sudah mulai langka akibat konversi lahan dan perburuan liar. “Aspek kebebasan kesejahteraan hewan menjadi unsur penting yang perlu diperhatikan,” katanya.
Ahli Konservasi Alam dan Pengelolaan Margasatwa sekaligus Anggota Komite Indeks Biodiversitas Indonesia, Prof. Hadi Sukadi Alikodra, menyebutkan primata monyet ekor panjang merupakan satwa yang mulai terancam punah. “Akademisi dan pemerintah perlu mengatur untuk mengatasi ancaman gangguan ke Macaca Fascicularis,” jelasnya.

Komentar
Posting Komentar